Surah Al-Mu’min

"Surah Al-Mu'min"

Surah Al-Mu'min

Surah Al-Mu’min (Arab: المؤمن ,”Orang Yang Beriman”) atau Surah Ghafir (Arab: غافر ) adalah surah ke-40 dalam Al-Qur’an. Surah ini terdiri atas 85 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah. Surah ini diturunkan setelah surah Az-Zumar dan memiliki 3 nama yaitu Al-Mu’min, Ghafir, dan At-Tawl.

Nama

Surah ini memiliki 3 nama. Nama yang sering digunakan adalah Al-Mu’min. Sedangkan 2 nama lainnya adalah Ghafir dan At-Tawl atau Zit Tawl. Ketiga nama surah ini merupakan nama resmi dan memiliki kaitan dengan surah ini.

Nama Al-Mu’min (Arab:المؤمن ) diperoleh dari hadits nabi yang menyebutnya sebagai surah Ha Mim Al-Mu’min dengan diawali huruf Ha Mim. Hal ini digunakan untuk membedakannya dengan surah lain yang dimulai dengan ayat Mutasyabihat Ha Mim yang sama seperti surah As-Sajdah yang juga disebut Ha Mim As-Sadjah. Selain itu, kata Al-Mu’min yang berarti “Laki-Laki Yang Beriman” merujuk pada kisah seorang laki-laki beriman yang terdapat dalam ayat 28 surah ini. Ia merupakan pengikut Fir’aun dan seorang Qibti. Namun, ia menyembunyikan keimanannya. Hingga suatu hari ia menerima dakwah Musa dan membelanya. Orang ini dijelaskan Al-Quran sebagai orang yang membela dakwah. Ada beberapa pendapat mengenai siapa nama orang ini. Dalam Tafsir Ibnu Katsir, ia adalah “Habib”. At-Tabari berpendapat bahwa ia adalah “Khair”. Sedangkan Ibnu Abbas berpendapat bahwa ia adalah “Hazbil” atau “Hazfil”. Dan ada juga yang menyebutnya “Syam’an”

Nama Ghafir (Arab:غافر) diambil dari ayat ke-3 surah ini yang di dalamnya terdapat kata Ghafir. Kata Ghafir juga merupakan salah satu sifat Allah yang artinya “Mengampuni”. Sedangkan nama At-Tawl juga diambil dari ayat ke-3 dari kata Zit Tawl yang terdapat di akhir ayat. At-Tawl memiliki arti “Mempunyai Karunia Yang Tidak Putus.”

Pokok-pohok isi

  1. Keimanan: Sifat-sifat malaikat yang memikul ‘Arsy dan yang berada di sekitarnya; dalil-dalil yang menunjukkan kekuasaan Allah, sifat-sifat Allah yang menunjukkan kebesaran dan keagungan-Nya; ilmu Allah meliputi segala sesuatu; bukti-bukti yang menunjukkan adanya hari berbangkit.
  2. Kisah: Kisah Musa dengan Fir’aun.
  3. Lain-lain: Al Quran dan sikap orang-orang mukmin dan orang-orang kafir terhadapnya; permohonan orang-orang kafir supaya dikeluarkan dari neraka; peringatan kepada orang-orang musyrik tentang kedahsyatan hari kiamat; anjuran bersabar dalam menghadapi kaum musyrikin; nikmat-nikmat Allah yang terdapat di daratan dan lautan; janji Rasulullah bahwa orang-orang mukmin akan menang terhadap musuhnya.

Surah Az-Zumar

"Surah Az-Zumar"

Surah Az-Zumar

Surah Az-Zumar (Arab: الزمر , “Rombongan-Rombongan”) adalah surah ke-39 dalam al-Qur’an. Surah ini tergolong surah Makkiyah, terdiri atas 75 ayat. Dinamakan Az-Zumar yang berarti Rombongan-Rombongan karena kata Az-Zumar yang terdapat pada ayat 71 dan 73 pada surah ini. Dalam ayat-ayat tersebut diterangkan keadaan manusia di hari kiamat setelah mereka dihisab, di waktu itu mereka terbagi atas dua rombongan; satu rombongan dibawa ke neraka dan satu rombongan lagi dibawa ke surga. Masing- masing rombongan memperoleh balasan dari apa yang mereka kerjakan di dunia dahulu. Surah ini dinamakan juga Al-Ghuraf yang berarti Kamar-Kamar karena kata Ghuraf yang terdapat pada ayat 20, dimana diterangkan keadaan kamar-kamar dalam surga yang diperoleh orang-orang yang bertakwa.

Pokok-Pokok Isi

  • Keimanan

Dalil-dalil ke-Esaan dan kekuasaan Allah; malaikat-malaikat berkumpul di sekeliling ‘arsy bertasbih kepada Tuhannya; pada hari kiamat tiap-tiap orang mempunyai catatan amalannya masing-masing.

  • Kisah-kisah

Perintah memurnikan ketaatan kepada Allah; larangan berputus asa terhadap rahmat Allah.

  • Lain-lain

Tabiat orang-orang musyrik dalam keadaan senang dan susah; perumpamaan dalam Al Quran dan faedahnya; kedahsyatan hari kiamat; air muka orang musyrik dan air muka orang mukmin pada hari kiamat; janji Allah mengampuni orang-orang yang bersalah bila mereka bertaubat.

Pelajaran dari surat ini

Dari surah Az-Zumar dapat diambil pelajaran sebagai berikut:

  1. Al-Quran adalah petunjuk yang paling sempurna bagi manusia.
  2. Setiap makhluk akan mati dan di akhirat akan dihisab tentang amalan-amalannya.
  3. Sekalipun manusia itu banyak dosanya, dilarang berputus-asa terhadap rahmat Allah.

Surah Sad

"Surah Sad"

Surah Sad

Surah Sad (Arab: ص , “Ṣad“) adalah surah ke-38 dalam al-Qur’an. Surah yang terdiri atas 88 ayat ini termasuk golongan surah Makkiyah dan diturunkan sesudah surah Al-Qamar. Dinamai dengan Sad karena surah ini dimulai dengan huruf Shaad.

Pokok-pokok isi

  1. Keimanan: Dalil-dalil tentang kenabian Muhammad s.a.w., yaitu bahwa dia mengetahui hal-hal yang hanya dapat diketahui dengan jalan wahyu; sumpah iblis untuk menyesatkan manusia seluruhnya kecuali hamba- hamba Allah yang ikhlas; Al Quran diturunkan untuk menjadi pelajaran bagi jin dan manusia seluruhnya.
  2. Kisah-kisah: Kisah Daud a.s. dan kisah Sulaiman a.s.; kisah Ayyub a.s.
  3. Dan lain-lain: Kaum musyrikin tercengang mendengar pengakuan Nabi Muhammad s.a.w. bahwa Allah adalah Maha Esa; rahasia yang terdapat pada kejadian alam; pertengkaran antara orang-orang yang sesat dan pengikut mereka di neraka; nikmat-nikmat yang dilimpahkan kepada penduduk surga dan azab yang ditimpakan atas isi neraka.

Surah As-Saffat

"Surah As-Saffat"

Surah As-Saffat

Surah As-Saffat (bahasa Arab:الصّافات, “Yang Bersaf-Saf”) adalah surah ke-37 dalam al-Qur’an. Surah ini terdiri atas 182 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Al-An’am. Dinamai dengan As-Saffat (Yang Bersaf-Saf) diambil dari kata serupa yang terletak pada ayat permulaan surah ini yang menceritakan bagaimana para malaikat yang bersih jiwanya berbaris di hadapan Tuhannya dimana mereka tidak dapat digoda oleh setan.

Pokok-pokok isi

  1. Keimanan : Dalil-dalil tentang ke-Esaan Allah; adanya hari berbangkit; adanya padang mahsyar dan adanya hari kiamat; para malaikat selalu bertasbih kepada Allah.
  2. Kisah-kisah : Kisah Nuh; Kisah Ibrahim; dan Ismail; kisah Musa dan Harun; kisah Ilyas; kisah Luth; kisah Yunus.
  3. Dan lain-lain : Sikap orang-orang kafir terhadap Al-Quran; tuduh menuduh antara orang-orang kafir dengan pengikut-pengikutnya di hari Kiamat; kenikmatan di surga; tentang pohon zaqqum;celaan terhadap orang-orang yang mengatakan bahwa Allah beranak; seorang yang baik belum tentu menurunkan keturunan yang baik pula.

Surah Ya Sin

"Surah Ya Sin"

Surah Ya Sin

Surah Ya Sin (bahasa Arab:يس) adalah surah ke-36 dalam al-Qur’an. Surah ini terdiri atas 83 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Al-Jinn. Dinamai Ya Sin karena dimulai dengan huruf Ya Sin. Sebagaimana halnya arti huruf-huruf abjad yang terletak pada permulaan beberapa surat Al-Quran, maka demikian pula arti Ya Sin yang terdapat pada ayat permulaan surah ini, yaitu Allah mengisyaratkan bahwa sesudah huruf tersebut akan dikemukakan hal-hal yang penting antara lain: Allah bersumpah dengan Al-Quran bahwa Muhammad SAW benar-benar seorang rasul yang diutus-Nya kepada kaum yang belum pernah diutus kepada mereka rasul-rasul.

Pokok-pokok isi

  1. Keimanan: Bukti-bukti adanya hari berbangkit; Al Quran bukanlah syair; ilmu, kekuasaan dan rahmat Allah; syurga dan sifat-sifat-Nya yang disediakan bagi orang-orang mukmin; mensucikan Allah dari sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya; anggota badan manusia menjadi saksi pada hari kiamat atas segala perbuatannya di dunia.
  2. Kisah: Kisah utusan-utusan Nabi Isa a.s dengan penduduk Anthakiyah.
  3. Dan lain-lain: Tidak ada faedah peringatan bagi orang-orang musyrik; Allah menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan; semua bintang- bintang di cakrawala berjalan pada garis edar yang telah ditetapkan Allah; ajal dan hari kiamat datangnya secara tiba- tiba; Allah menghibur hati Rasulullah SAW terhadap sikap kaum musyrikin yang menyakitkan hatinya.

Tradisi

Surah ini mempunyai kedudukan tersendiri dalam tradisi kehidupan sebagian umat Islam. Meskipun keabsahan tradisi tersebut diperdebatkan, surah Ya Sin sering dibaca pada waktu-waktu tertentu seperti ketika seseorang sedang menghadapi sakratul maut, malam Jumat, malam Nisfu Sya’ban, tahlil, dan lain sebagainya.

Surah Fatir

"Surah Fatir"

Surah Fatir

Surah Fatir (bahasa Arab: فاطر) adalah surah ke-35 dalam al-Qur’an. Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 45 ayat. Fatir artinya Pencipta diambil dari ayat pertama surah ini. Fatir menerangkan bahwa Allah adalah pencipta langit dan bumi, manusia, dan makhluk lainnya. Surah Fatir dinamakan surat Al-Mala’ikah (Malaikat) karena pada ayat pertama Allah menerangkan bahwa Allah mengutus beberapa malaikat yang memiliki sayap.

Pokok-Pokok Isi

  • Keimanan
    • Bukti kekuasaan Allah dan nikmat-Nya
    • Allah menciptakan malaikat
    • Kebenaran hari kiamat
  • Lain-lain
    • Kesenangan hidup di dunia adalah sementara
    • Menguatkan hati Rasulullah
    • Setiap orang adalah khalifah
    • Balasan bagi orang mukmin dan kafir
    • Setiap orang membawa dosanya sendiri
    • Tingkatan orang beriman.

Surah Saba’

Surah Saba'

Surah Saba'

Surah Saba’ (bahasa Arab:سبأ) adalah surah ke-34 dalam al-Qur’an. Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 54 ayat. Dinamakan Saba’ karena dalam surah terdapat kisah kaum Saba’. Saba adalah nama suatu kabilah dari kabilah-kabilah Arab yang tinggal di daerah Yaman sekarang ini. Mereka mendirikan kerajaan yang terkenal dengan nama kerajaan Saba yang ibukotanya Ma’rib; telah dapat membangun suatu bendungan raksasa yang bernama Bendungan Ma’rib, sehingga negeri mereka subur dan makmur. Kemewahan dan kemakmuran ini menyebabkan kaum Saba’ lupa dan ingkar kepada Allah yang telah melimpahkan nikmatnya kepada mereka, serta mereka mengingkari pula seruan para rasul. Karena keingkaran mereka ini, Allah menimpahkan kepada mereka azab berupa banjir yang besar yang ditimbulkan oleh bobolnya bendungan Ma’rib. Setelah bendungan ma’rib bobol negeri Saba’ menjadi kering dan kerajaan mereka hancur.

Pokok-Pokok Isi

  • Keimanan
    • Ilmu Allah meliputi segala yang ada di langit dan segala yang ada di bumi
    • Kebenaran adanya hari berbangkit dan hari pembalasan
    • Nabi Muhammad s.a.w. adalah pemberi peringatan
    • Pada hari kiamat berhala-berhala itu tidak dapat memberi manfaat sedikitpun
    • Kalau seorang sesat maka akibat kesesatannya itu menimpa dirinya sendiri, dan kalau ia menemui jalan yang benar adalah berkat petunjuk Allah.
  • Kisah-kisah
    • Kisah Nabi Daud a.s. dan Nabi Sulaiman a.s.
    • Kisah kaum Saba’
  • Lain-lain
    • Celaan kepada kaum musyrikin yang menyembah berhala
    • Tuduh menuduh antara pemimpin-pemimpin yang menyesatkan dengan pengikut-pengikut nya di hari kiamat
    • Sikap orang-orang musyrik ketika mendengar Al Quran
    • Rasul-rasul tidak meminta upah dalam melaksanakan dakwahnya
    • Orang-orang musyrik mendoa kepada Allah agar dikembalikan ke dunia untuk melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Allah
    • Orang-orang yang hidup berlebih-lebihan dan sewenang-wenang selalu memusuhi Nabi